Setiap kali tubuh Tomo menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Bokep Live Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Tomo. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya.“Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”Tomo tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Benar saja, aku melihat Tomo berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu.Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”Tomo pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Benar saja, aku melihat Tomo berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu.Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”
Tomo memeluk tubuhku yang kecil dengan erat.“Ya Tomo..aku adalah milikmu. Aku senang sekali, karena Tomo telah mempersiapkan sebuah pesta ulang tahun untukku di sebuah hotel bintang 5.




















