“Sendy Wiratama..” sahutku. Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja. Bokep Dari rumahku aku sengaja berjalan kaki. Aku hanya tersenyum saja sedikit. Bahkan salah seorang langsung mengikat tanganku hingga terbaring menelentang di ranjang. Uwak malah memintaku yang mengemudi. Bagaimana mungkin aku dapat melakukan sesuatu dengan kedua tangan dan kaki terikat seperti ini..? Aku hanya tersenyum saja sedikit. Anusku terasa tercabik-cabik oleh benda yang sangat besar dan tumpul. Bahkan salah seorang langsung mengikat tanganku hingga terbaring menelentang di ranjang. “Kemana..?” tanyaku sambil mengikutinya berdiri. Uwak memang pandai membuat suasana jadi akrab.Selesai makan bubur ayam, aku dan pria itu kembali berjalan-jalan. Soalnya rumahku kan cukup jauh. Tapi Uwak menahan dan memaksaku untuk singgah.“Ayo..” katanya sambil menarik tanganku. “Kamu bawa mobil..?” tanyaku heran. Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan.




















