“Sebaiknya kita lepaskan saja”, kataku. Mereka terlihat cukup sabar menunggu giliranku selesai.Oh, sungguh luar biasa, ceplak ceplok terdengar, vagina gadis ini sangat basah sehingga membuat penisku bisa lebih mudah keluar masuk dan menghasilkan suara seperti memukul air. Bokep Zet dan Abdul tidak peduli, mereka sangat menikmati penyiksaan itu.“Fuck you!!!”, teriak Abdul karena gadis cantik itu masih coba meronta-ronta. Gadis ini masih terus menangis, namun ia sudah tak mampu melawan. Namun kian hari aku kian terjerumus, mungkin karena komunitas ini, komunitas yang sedang aku manfaatkan hanya untuk membalaskan dendamku.Aku juga tidak mengerti dengan pemikiranku, dendam leluhurku menjadi dendam turunan bagiku. Zet menjilati wajahnya sambil membelai pahanya, pakaian di tubuhnya sudah sobek sebagian karena perbuatan Zet dan Abdul, sehingga menampakkan bra putih dan celana dalam putihnya yang terpampang jelas antara lubang sobekan pakaiannya.Kami salah sasaran, gadis ini bukanlah gadis Jepang, kami memang teledor, tapi tak apalah, target kami memang menyiksa kaum di luar komunitas




















