Dartowan menggapai dan memegang lengan kiri bi Nurasih dengan lembut sembari berkata, “Sebentar saja bi… disana”.Berdua mereka bergandengan tangan keluar dari kamar tamu itu. Ningsih kembali berdiri tegak kembali akan menuju kearah dapur… mendadak menghentikan langkah kakinya ketika melihat Dartowan tengah asyik melihat semua tingkah lakunya barusan. Bokep Ada jawaban dari ‘seberang sana’…“Bagaimana… nak, beres kan…?”, kata Mertowan santai pada Dartowan, anaknya itu.“Terima kasih ayah… just perfect…!”, jawab Dartowan gembira penuh semangat.“Bukan kata-kata itu yang ingin ayah dengar… nak!”, jawab Metrowan datar.“Begini… yah, aku minta ijin ‘menahan’ bi Nurasih sampai hari Minggu, aku akan mengantarkan sendiri kerumah ayah.“Tidak perlu, biar ‘orang-orang’ ayah yang menjemput, dulu mereka yang mengantar”, kata Mertowan tandas. Sedang Desrita segera melindungi mulut mungilnya dengan kedua telapak tangannya… takut di-French kiss oleh mulut ayahnya yang ‘galak’.Penis panjang Dartowan menyundul-nyundul perut bagian bawah puterinya, dengan perlahan dan lembut Dartowan menelentangkan tubuh puterinya yang langsung saja paha dan kaki Desrita berposisi




















