Target tercapai.Perlahan kuturunkan pinggulku. Bokep Mama Enak…” bisiknya di telingaku, pinggulnya mulai bergerak alami mengimbangi tusukan-tusukanku. Sambil tetap memegangi kedua tangannya, aku merapatkan badanku, kemudian tangan kiriku merangkul bahunya dan menyandarkan kepalanya didadaku. “Enak sayang?” dia mengangguk, kocokan tangannya di kontolku melemah, kemudian berhenti. aku kira seorang tokoh mahasiswa idealis kaya kamu itu bener-bener lurus, gak kenal ama hal-hal kaya gitu. Dia mengangguk sambil terus mengetik. Saat itu adegan film memperlihatkan sang cewek mengoral penis cowoknya. Dia tersenyum, matanya sayu menatapku. Dia tertawa sambil menatapku, “ya udah kalau gitu matiin aja” katanya. Dia mengangguk, tangannya mencengkram erat lenganku. Dia makin terangsang, “aagghhh… geli sayang… geli banget” katanya. Tapi itu memang bagian dari strategiku, pelan kuturunkan pantatku hingga kepala kontolku di depan memeknya. Aku tersenyum, kucium lagi bibirnya, “kamu yang kedua sayang” rayuan gombalku.




















