Aku menurut saja. Bokep Twitter ” pintanya. ”
Lalu aku menuju ruang yang kemarin. Dimana kisah ini berawal dari pertemuan mereka diangkot, dan dilanjutkan di salon dimana wanita itu bekerja. Baru saja aku memasang ikat pinggang, Fera menghampiriku sambil berkata,
“ Telepon aku ya..! Aku makin membenamkan wajah di atas tulisan majalah. Toh dia sudah seperti pasrah berada di dekapan kakiku. Benarkan kesempatan itu lewat. Wanita muda itu sudah keluar sejak melempar celana pijit. Bahannya tipis, tapi baunya harum. Ah masa bodo. Aku membayangkan dapat menjepitnya di sini. ” kataku makin berani. Aku berhasil. Dia tidak membalas tapi lebih ramah. ”
Dia berdiri. Lalu asyik membuka tabloid. Di kantor, aku masih terbayang-bayang wanita yang di lehernya ada keringat. ”
Semua penumpang menoleh ke arahku. Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan.




















