Aku berteriak. Bokep Kenapa katamu?! Teriakan kepuasan dari wanita itu pun membahana di seluruh ruangan. Aku memilih untuk diam. Tak lama, aku pun tertidur lelap.Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Dia sangat memanjakan aku. “Erriik!! Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. “Aku harus menjadi orang pertama yang..”
Erik tidak menyelesaikan kata-katanya dan mulai melumat bibirku dengan sedikit kasar. Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Dan semalaman dia tidur sambil memelukku dengan hangat.“Aku..aku..sayang Erik”
“Erik adalah milikku..hanya milikku seorang”
Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Itu namaku. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai




















