Aku yang masih hijau waktu itukurang mengerti apa arti kata ‘datang’ waktu itu.Yang pasti setelah mengatakan kalimat itu,tubuhtante Ani lemas dan nafasnya terengah-engah.Dengan tanpa di beri aba-aba,aku lepas celanadalamku yang masih saja menempel. Akusudah terburu oleh napsuku sendiri,dan akusangat memanfaatkan situasi yang sedangberlangsung.“Bernas menang lagi tuh. Bokep China Dengan kondisi ekonomi yangsemakin membaik dari hari ke hari,kini ayahmampu untuk membeli rumah sendiri meskipuntidak besar. Paling tepat untukbermain UNO itu berempat.Tapi permainan kartu ini menjadi lebih seru lagi.Tante mengajak bermain blackjack,siapa yangkalah harus menuruti permintaan pemenang.Tapi kemudian tante Ani ralat menjadi ‘Truth &Dare’ game. Bau parfum harumyang menempel di tubuhnya tercium jelas dihidungku. Waktuitu tante Ani membawa sedan Honda,bukanMercedes-nya.“Belagu banget kamu. Sinibaring kepalanya di paha tante.” lanjutnya.Seperti sapi dicucuk hidungnya,aku menurutsaja dengan tingkah polah tante Ani. Pasti mahalyah?!” jawabku kagum.“Ngga juga sih.




















