Aku sendiri sih tidak pernah ambil pusing sebelumnya, tapi sekarang lain cerita.Saat aku sedang berfikir, apa yang akan aku lakukan padanya sebagai pelajaran buatnya, sekaligus memuaskan hobbyku yaitu senang melihat cewek memamerkan tubuhnya, dan melihat wanita yang merasa dipermalukan di depan orang banyak.(mungkin ini adalah trauma masa kecilku yang pernah dipukul oleh ibuku, begitu sih yang aku dengar). Bokep Colmek Li.. Dan kembali pikiranku berkata, “Dasar pecun!”“OK sekarang kembali ke rencana semula, yaitu sesi pemotretan” kataku pada Sita.“Sesuai kesepakatan kan? (mungkin dia mikir dulu)“Soalnya kepepet nih, buat bayar SPP, aku butuhnya sih 750 ribu, tapi kamu adanya berapa?!, ntar kalo kurang aku bisa pinjem ke temen yang lain”, sambungnya.“Nggak kok, kalo segitu aku juga ada, tapi aku minta imbalan dan jaminan lho”, jawabku memastikan.“Ntar kalo kamu gak balikin duitku gimana?! Sita pun menyanggupi karena merasa sudah kepalang tanggung bahwa aku sudah melihat keindahan tubuhnya secara keseluruhan dan takut akan ancamanku tadi jika tidak




















