Di Bandung, awal-awal aku duduk di bangku kuliah, aku merasakan sebagai sosok lelaki yang kerdil.Dalam hati, aku seakan tidak dapat menerima pergaulan dengan mereka yang bergaya hidup pas-pasan. Kenakalanku tidak itu saja, melalui Tony pula aku diperkenalkan dengan seorang tante-tante yang umurnya kutaksir 35 tahun.Sebut saja namanya Tante Mia. Bokep Dan aku pun dapat memanfaat uang tersebut hasil menjadi gigolo pemuas nafsu untuk kuliahku. Aku merasa tertantang untuk mengimbanginya. Kulihat lama-kelamaan dia pun seakan menunjukkan sikap yang cocok berteman denganku. Jadilah kami hanya menikmati lembutnya alunan musik live berduaan saja. Kulihat lama-kelamaan dia pun seakan menunjukkan sikap yang cocok berteman denganku. Ini dikatakannya sendiri oleh Tante Mia. “Kenapa mesti risau..? Dibelainya rambutku, didekapnya tubuhku yang tak berbalut selembar kain pun.Dadaku dielus dan diciumi dengan penuh nafsu. Saling pagut dan raba pun tidak terelakkan lagi. Tak pelak sebagai lelaki normal, semua itu mengundang birahiku.Rasanya klop sudah, saat dia menawarkanku untuk menginap di hotel














