Akupun makan. Xnxx Kak Tina tidak ada di rumah. “Ya sudah, ganti pakaian dan makan…, Aku siapkan dulu”
Aku
masuk kamar, lalu mengambil celanaku. Malam-malam, kalau Kak Tina tidur, aku menjelajahi tubuhnya. Pikiranku mendadak kosong, ketika punggungku menyentuh
dadanya. Dalam tidur aku bermimpi. “Ya sudah, ganti pakaian dan makan…, Aku siapkan dulu”
Aku
masuk kamar, lalu mengambil celanaku. “Iya Kak”, Jawabku pasrah. Aku naik kembali ke tempat
tidur. Nafsunya kurasa. Pak Rochim tak pernah mengambil pembantu lagi. “Ya sudah. Tapi Kak
Tina tak pernah mengajakku membaca bersama lagi. Tangan
kak Tina tetap mengelus dan meremas kejantananku dari balik celana. Bukan, bukan aku yang melakukannya. Aku
terus membacanya, jakunku yang mulai tumbuh bergerak-gerak menelan
ludah. Kak Tina membuka lebar pahanya. Setiap siang sepulang sekolah, sambil
mengembalakan tiga ekor sapi milik Pak Rochim, aku membaca Kho Ping
Hoo. Mana bisa. Terkadang novel-novelnya Freddy S, Abdullah Harahap,
dan Motinggo Busye. Aku
kaget! Aku? Keringatnya mengucur, bau badannya tercium
begitu menyengat.




















