Aku pun membuka pintu itu dan Bagas sudah berdiri di depan pintu.Di lobby sudah menunggu 2 teman Bagas lainnya. Xnxx Dan mereka pun hanya bisa menebak-nebak sambil berbisik.Aku hanya tersenyum, sampai di depan pintu masuk salah satu dari mereka membiarkan aku masuk terlebih dahulu dan secara spontan aku mengucapkan terima kasih dalam bahasa Indonesia.Lama dia terdiam, sampai dia akhirnya mengejarku sambil meminta maaf, dan bermaksud meminta nomor teleponku. Di restoran kami banyak berbincang bincang, mengenai bisnis dan segala macam. Aku tidak percaya bahwa hari ini adalah hari terakhir buat kami, karena aku harus check out siang hari ini dan Bagas pulang ke Taiwan keesokan harinya.Sepanjang perjalanan ke fairground kami hanya berdiam diri, hingga di tempat parker.Bagas mengeluarkan kartu namanya dan beberapa nomor telepon pribadinya. Aku hanya bisa mengangguk pelan tanpa jawaban.Padahal hatiku menjeritkan kata cinta kepadanya, mungkin aku terlalu sombong untuk mengungkapkan, atau aku terlalu takut?




















