Lilinku habis.Dan aku jadi ketakutan mendengarkan suara hujan dalam gelap,” kata Mbak Marissa. Xnxx Tiba-tiba dari arah pintu bagian belakang hadir satu sosok. Tapi aku tahu kau menyukaiku. Mendidik dadaku merasakan tangannya mendarat di pundakku. Dan tak perlu menunggu sore, ia kembali siangnya, sekitar pukul 10 dan menyerangku lagi di minggu pagi itu. Tadi padi mereka terbang ke Banjarmasin untuk menengok kakakku yang melahirkan. Mendung tipis berarak di langit. Eh, ayah dan ibumu lama ya perginya?” Tanya Mbak Marisa.“Sampai minggu depan!” jawabku.“Kesepian, dong?” celetuk Mbak Marissa.“Iya, gitu deh!” kataku, masih sedikit gugup.“Mbak gimana?”“Biasa aja. Mbak Marissa mendesah makin keras dalam tingkahan suara hujan.Aku makin membara dan membara. Aku hanya bisa mematung duduk persis di hadapannya. Darah seperti terpompa ke ubun-ubunku..“Aku mau di sini saja, kalau boleh. Rambutnya lurus panjang. Dan seperti biasa, sementara aroma angin menjelang hujan menerpa leher, setiap kali hendak hujan aku selalu teringat masa paling mengasyikkan dalam hidupku.




















