Aku tak ingin membuat ibu sedih dan kecewa. Kios masih buka dan adik yang menjaganya. Bokeb Hatiku sungguh hancur lebur. “Ah tidak”, jawab Pak Toyo.” Ada beberapa surat ketinggalan. Maklum ibu memang suka memelihara tubuhnya dengan jamu Jawa. Bahkan kadangkala aku menginginkan lagi dan lagi! “Berteriaklah agar kita semua malu!”Aku jadi ketakutan dan tak berani berteriak. Meski usia ibu sudah berkepala empat tetapi masih cantik dan bentuk tubuhnya masih bahenol dan menarik. Perlahan-lahan ia bangkit dan melepaskan seluruh pakaianku. Ketika aku sudah mengambil barang dan hendak berbalik, Pak Toyo berdiri begitu dekat dengan diriku sehingga hampir saja kami bertubrukan. Perlahan-lahan ia bangkit dan melepaskan seluruh pakaianku. Ia sama sekali tak menghiraukan doronganku dan bahkan semakin mempererat pelukannya. Aku kaget dan lebih kaget lagi ketika tiba-tiba Pak Toyo memeluk pinggangku.




















