Aku tahu, Dodi sangat menyayangiku.“Mama harus gugurkan, sayang!” kataku berbisik pula. Xnxx Dodi membopongku ke kamar mandi dan menceboki vaginaku, lalu dia mencuci penisnya. Izinkan aku terus melakukan ini,” katanya sembari mengecup bibirku dengan lembut. Dia mengelus-elusku.“Tunggu sampai kering, sayang. Mungkin ini pula kesalahanku yang kedua.Dodi menggenjotku dengan lebih cepat, sampai aku memeluknya sekuat tenagaku dan menahan nafasku pada puncak kenikmatanku. Aku tak pernah hamil. Usai makan, kami langsung mencuci mulut dan menyabun tangan kami di kamar mandi.“Ma, aku sudah gak tahan,” katanya merengek, persis rengekan anak SD.Aku tersenyum. Dodi mempercepat kocokan penisnya dan memelukku dengan kuat juga, sampai kami sama-sama berteriak kecil penuh nikmat.“Maaaa….”“Ukhhh… sayaaaanngg…”Dan kami sama-sama melepaskan nikmat kami yang tak dapat digambarkan dengan apa-saja. Aku menyiapkan segalanya. Aku merasakan sesuatu yang sangat berat. Dodi memeluk erat tubuhku dari belakang dan aku meremas bantal yang mengganjal wajahku.Saat itu Dodi mencabut penisnya dari duburku dan aku merasakan nikmat luar biasa.




















