Dan kali ini tatapanku terbentur pada secarik kain tipis berwarna putih. Semakin basah. Bokep Dan dengan patuh aku melaksanakan perintahnya, kemudian berlutut kembali di depannya.Mbak Lia menopangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya. Ia sering langsung menyebut namaku, sesekali bila sedang bersama rekan kerja lainnya, ia menyebut “Pak”.Dan tanpa kusadari pula, diam-diam aku merasa betah dan nyaman bila memandang wajahnya yang cantik dan lembut menawan. Kebasahan yang dikelilingi rambut-rambut ikal yang menyelip dari kiri kanan G-stringnya. Sambil menatap pesona di depan mataku, aku menarik nafas dalam-dalam. Ternyata betisnya yang berwarna gading itu mulus tanpa bulu halus. Mbak Tia merenggut bagian belakang kepalaku, dan menariknya perlahan. Aku tak peduli walaupun ada nada perintah di setiap kalimat yang diucapkannya. Ia berasal dari sebuah perusahaan konsultan keuangan.Usianya kutaksir sekitar 25 hingga 30 tahun. Dan kali ini tatapanku terbentur pada secarik kain tipis berwarna putih. Kebasahan yang terselip di antara kedua bibir kewanitaan terlihat semakin jelas.




















