Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Tersenyum Tomo mengecup kepalaku sambil mengelusnya.“Maria, kamu adalah milikku seorang.. Xnxx ‘Senjata’nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya. Dan semalaman dia tidur sambil memelukku dengan hangat.“Aku..aku..sayang Tomo”“Tomo adalah milikku..hanya milikku seorang”Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Kemudian berteriak,“Kenapa??!! Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? Celana dalamku juga akan dilepasnya.“Erriik!! Aku hanya bisa terdiam terpaku. Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Tomo..”Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam sana. Aku mendesah panjang. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku.Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru










