yang paling aku sesalkan adalah jumlah mereka terus bertambah dan berganti-ganti saat memakaiku, aku jadi budak seks mereka. soalnya teman-temanku sering datang kemari.Di kamar, Mas Taufik tidak menunggu lama, dia merebahkanku di ranjang dan mulai menggulung rok-ku ke atas, hingga dia dapat melihat dengan jelas vaginaku yg sudah basah. Bokep jangan!” pintaku.Tapi satu hentakan berikutnya terasa sangat menyakitkan, Mas Taufik terus menekan-nekankan tongkolnya hingga benar-benar amblas. Beberapa menit melakukan itu, dia melepas celana panjangnya berikut CDnya. aku mendorong tubuh Mas Taufik yang menindihku, tapi dia malah menekankan tubuhnya.“Sakit!!” ujarku sambil meringis menahan sakit, “jangan!! Setelah duduk, Taufik menyerahkan bungkusan yang ternyata berisi juice alpukat, kesukaanku.“tumben bawa ginian?” tanyaku. “jangan…” kataku lemas… vaginaku terasa semakin panas dan gatal,sedang putingku semakin mengeras. Mengetahui itu, Mas Taufik bukannya memperlambat malah mempercepat genjotannya. setelah insiden itu, mereka mengancam akan mengedarkan rekaman itu, dan aku harus siap untuk dipakai mereka lagi.




















