Bu Yayuk senang mendengarnya lagian menurutnya aku adalah anak yang baik. Saat aku sedang menyetop angkot tak disangka ternyata bu Yayuk juga sedang menunggu angkot.“Siang bu” sapaku.“kamu, Gus, mau ke rumah ibu ya? Xnxx Untuk tambah menarik simpati bu Yayuk aku pun mengarang cerita lagi, aku pura-pura menangis sedih karena frustasi ayahku mau menikah lagi dan aku tidak menyetujuinya. Takada seorangpun di rumah beliau. Akupun semakin berani untuk mencium pipinya lagi, dan kali ini lebih dekat dengan bibirnya.Bu Yayuk diam dan terus masih memelukku sambil mengelus punggungku. Beberapa menit bu Yayuk keluar lagi tapi belum jadi ganti baju karena masih memakai baju gurunya sambil membawa buku. Tapi dia diam saja. Saat ini aku duduk di bangku kelas 3 jurusan IPA. Lalu aku bilang makanya aku senang kalau ngobrol sama bu Yayuk karena aku merasa bisa mendapatkan kenyamanan, bu Yayuk sudah kuanggap ibu sendiri.Bu Yayuk pun jadi terharu dan memegang tanganku.




















