‘Aaaaaahhh…hh…enak sekali
punyamu Florensia ku. Bokep Pantat ku semakin bertenaga naik
turun. Atau saya bunuh kalian
berdua.’Ancamku sambil menutup pintu kamar,
dan mengambil kuncinya. Tangan kiriku membantu Nikita Mirzani yang sempoyongan menahan berat Florensia yang tidak sanggup dipikul oleh tubuh mungilnya. hehehe tetapi malam itu agak berbeda dari malam malam sebelumnya! ‘Non Nikita Mirzani duduk di sana!!!’ Perintahku semakin
berani setelah Nikita Mirzani menunjukkan
ketakutan pada ku. Hmmm…Cantik juga cewek ini, kata ku dalam hati sambil tangan kiriku mulai nakal meremas-remas susu Florensia. Menyisakan ceceran air mani yang mengalir di sela memek yang enak ini. Sensual dalam mungilnya. Tolong bantu saya papah teman-teman ke atas
ya, Mas.’ Kata Nikita Mirzani sambil memerintahku untuk memapah Tio.Dengan Cepat aku memapah Tio di tangan
kananku. Nikita Mirzani ga bisa ngomong dan tidak bisa berbuat apa-apa kerana hanya bisa diam saja menyaksikan temannya diperkosa di hadapannya dan hanya bisa meratapi nasibnya!




















