Lisa memiliki seorang kakak, nama-nya Karen. Bokep Namun harus aku akui bahwa perasaan sedih, sakit, kecewa, dan kehilangan pastilah ada sejak itu. Pada saat itu, hati-ku bergejolak, dan darah-ku mengalir deras naik sampai ubun-ubun kepalaku. Untung saja toilet dan kamar mandi di apartment kami terpisah. Kulepas bibir-ku dari bibir-nya, dan kami saling bertatap muka. Terdengar suara air shower dari kamar mandi. Entah mengapa, saat itu aku ingin sekali menangis. Mau Karen elus-elus ngga?!”. Kebiasaan Karen sehari-hari menjadi berubah pula. Karen bilang bahwa orang tua pacar-nya baru datang dari Indonesia, jadi dia harus banyak menemani orang tua-nya. Kak Ditto ada lagu-lagu lama ngga?”. Karen hening sejenak, dan kemudian menjawab dengan nada terbata-bata, “Kalo kak Ditto suka…kenapa…kenapa kak Ditto ngga pernah bilang ama Karen.”. Karen hening kembali. Sewaktu aku online di msn, aku melihat Karen sedang online juga.




















