Seketika itu juga aku membenci suamiku. Dengan lembut Bondan menarik tanganku memasuki ruangan kamarnya. Bokep Sebenarnya setiap hari bisa saja Mas Anggi pulang sore hari. Malam ini dia lain sekali sentuhannya lembut. Setelah itu Mas Anggi sedikit demi sedikit mulai menikmati jengkal demi jengkal seluruh bagian tubuhku, tidak ada yang terlewati. Bondan menanyakan dengan lembut, aku ingin minum apa. “Rupanya dia menyukaimu, dia minta izinku agar kamu bisa menemani dia semalam saja”, ucap Mas Anggi dengan pelan dan tertahan. Ia mengaku kalah bermain judi dengan seseorang dan perlu uang untuk menutupi utang atas kekalahannya, jadi itu yang dilakukannya selama ini. Aku bagai disambar petir saat itu, aku tahu arti ‘menemani’ selama semalam. Mas Anggi mengerti keterkejutanku.“Aku sudah tidak tahu lagi dengan apalagi aku harus membayar hutang-hutangku, dia sudah mengancam akan menagih lewat tukang-tukang pukulnya jika aku tidak bisa membayarnya sampai akhir pekan ini”, katanya lirih.




















