Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Bokep Live Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.“Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Katanya mau kayak Rasul? Selera makanku mendadak punah. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini.




















