Aku menunduk. saya tdk akan melupakan tuan.” Kening tuanku berkerut.Ia nampak marah. Bokep Konon, budak tdk boleh banyak bersuara, bukan? Aku memandang Kak Edo, merasakan getaran. Dalam-dalam. Aku masih asyik menjilat dan mengulum dan menghisap ketika Kak Rai memberiku perintah pertamanya.“Diam ya… tunggu…” Aku terdiam.Menunggu, dengan posisi masih menungging. Tapi, saya bahagia kalau bisa melayani Kak Edo bercinta…”Aku meraih penisnya yg lemas itu. Membayangkan ia sedang menghujamkan penisnya ke vagina lain, terasa menyakitkan.“Tapi, aku tdk pernah melakukannya.”
“Tdk pernah?” Aku mengejapkan mata.Kak Edo mengatakan bahwa ia pertama kalinya meniduri perempuan… tapi aku kira ia bercanda. Kenikmatan yg bertubi-tubi, bahkan rasa sakitnya pun nikmat.Penis yg terkulai itu masih nampak besar, jauh lebih besar daripada punya Bapak. Merenggangkannya. Merasa pantatku lembab. Menghisap kelentitku. Kulihat tuanku sudah mengeluarkan penisnya, tegak mengacung.Tanpa perintah kata-kata, aku tahu itu adalah tanda. Walau aku hanya budak.













