Karena aku perlu belajar. Karena gugup. Bokep Dalam terang kulihat Tante Ratih tersenyum disampingku. ”Apa ini Tante?”
“Telor mentah dan madu lebah pengganti yang sudah kamu keluarkan banyak tadi”, katanya tersenyum nakal dan kembali ke dapur. Dua butir telur mentah itu beserta madu lebah campurannya kulahap dan lenyap kedalam perutku dalam waktu singkat. Siapa tahu aku nanti bisa nyenggol-nyenggol dia sedikit-sedikit.Meraba-raba seperti orang buta menjaga jangan sampai terantuk ke dinding aku kembali ke sofa mengambil selimut dan bantal, lalu kembali meraba-raba ke arah Tante Ratih di pintu kamarnya. “Nanti Tante kendorin”. Yang benar adalah, aku memang takut sama perempuan cantik. Itu Lala.Dan ada satu lagi perempuan yang juga membuat aku gelisah jika berada di dekatnya. Tante Ratih. Aku mereguk ludah, kontolku kontak berdiri. Itu Lala.Dan ada satu lagi perempuan yang juga membuat aku gelisah jika berada di dekatnya. Kesempatan itulah yang kami gunakan. Teh telor.




















