Lebih baik kau bantu Indo membereskan rumah. Bokep Rusia Matanya seperti panah yang bersiap menembus mata saya.“Tahu apa? Orang-orang sudah siap dengan daun kelapa yang sudah diikat untuk kemudian dibakar, terus dilempar-dilemparkan sehingga terjadi perang api. Tampak Pak Bupati duduk di dekat jalan masuk menuju lapangan demi menyambut Sanro nantinya.Tiba-tiba saya mendapat panggilan telepon dari sepupu. Saya yang tentu mendengarnya karena duduk tepat di belakang Indo angkat bicara.“Serius, Ambo? Lelaki bertubuh tambun itu tiba-tiba saja meninggal padahal kata anaknya, dia masih kuat pagi hari dan masih sempat memakan satu mangkuk soto kuda.“Ushh, kau ini. Warga datang dari berbagai arah, baik warga kampung maupun luar kampung. Mentang-mentang Ambo calon wakil rakyat. Kami harus meyakini. Keluargamu dari Bone kota bakal datang. Bagaimanapun, saya seorang anak dan dia seorang bapak. Orang-orang sudah siap dengan daun kelapa yang sudah diikat untuk kemudian dibakar, terus dilempar-dilemparkan sehingga terjadi perang api.




















