“Oom.. Bokeb “Aaah..!” pekikku kaget, sedang kedua tangan Om Robert langsung menggapai pahaku untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh. lebih keras Om.. Rob.. Sementara itu tangan Om Robert juga tidak mau kalah bergerak mengelus celana dalamku dari luar, kemudian ke atas lagi dan meremas payudaraku yang sudah gatal sedari tadi.Aku melenguh agak keras dan Om Robert pun makin giat meremas-remas dadaku yang montok itu. awwh.. Ketika memasuki ruang tamu, si pembantu berkata, “Tuan sedang berenang, Non. Kamu kan udah gede..” ujarnya. Dingin nggak airnya tadi..?” tanya Om Robert sambil buru-buru mengambil lap dan menyeka rok dan kaosku.Aku yang masih terkejut hanya diam mengamati tangan Om Robert yang berada di atas dadaku dan matanya yang nampak berkonsentrasi menyeka kaosku. Namaku Karina, usiaku 17 tahun dan aku adalah anak kedua dari pasangan Menado-Sunda. Sambil berciuman, tanganku meraih pengikat kimono Om Robert dan membukanya.




















