Kemudian merayap menuju lehernya yang halus, dan kini lidahku mulai menjilat-jilati dadanya. Bokep Mom Lidahku menelusup liang vaginanya, lalu kembali menjilati sisi-sisi vaginanya. Lenguhan halus terdengar dari bibirnya. Beberapa bagian tubuh kami terkena air hujan walaupun gak seluruhnya.“Romantis ya, hehehehe,” nada riang Sava yang khas seakan mengalahkan gemericik air hujan, walau diiringi dengan kletukan giginya yang beradu dengan cepat.“Kamu suka ?” hhhmmm aroma wangi rambutnya semakin lekat menempel dipenciumanku, rambut yang sedikit lepek terkena air hujan.Dengan mantap Sava mengangguk, menutup matanya sambil menampakan senyum berpipi lesungnya itu. Tangannya kemudian gemas mencubit pipiku sangat sakit, “nakal banget sihhh !”“Maaf ya sayang,” aku membelai kedua pipinya yang mengembung, aku towel sedikit bibirnya yang cemberut.Sava tersenyum dan dengan centilnya mencubit-cubit bagian tubuhku mana saja yang dapat dia cubit. Tapi tidak ada yang berubah di dalam hatiku, dia tetaplah Savana yang selalu memiliki tahta di hatiku, meski sepertinya dia telah lupa dengan kedudukannya di hatiku.Dingin semakin menusuk




















