Siraman air dingin di bibir kelaminku membuat birahiku yang belum turun sepenuhnya meninggi lagi. “Hoosshhh… hoshh… ahh, enak banget, Lin.” Andi berusaha mengatur nafasnya. Xnxx Berkali-kali kuucapkan kalimat-kalimat nakal itu yang membuat birahiku semakin meninggi dan orgasmeku semakin cepat datang. Ayo dong, jangan diem aja. Sementara tangannya meremas-remas dan memainkan payudaraku. Namun sama seperti tadi, setelah mengucapkannya, rasanya hasratku menjadi semakin tinggi. Entah mengapa, aku sedikit kecewa mengetahui bahwa besok Novi akan pulang. Entah mengapa, aku sedikit kecewa mengetahui bahwa besok Novi akan pulang. Kuimbangi gerakannya dengan ikut bergoyang memutar-mutar pinggulku, membuat suamiku itu semakin mendesah keenakan. “He-eh,” aku hanya mengangguk pelan. ***
Seharian itu Andi benar-benar melepaskan nafsu birahinya atas tubuhku. Namun anehnya, aku merasa senang karena sperma yang tersimpan selama seminggu itu tumpah dalam liang kemaluanku. Kuakui, permainan Andi sungguh luar biasa.




















