jangan siksa saya.. Xnxx “Temen saya, janjian mau datang. Mata Vivi masih terpejam menikmati ciuman kita. boleh dech.. Dia menundukkan kepalanya. “Vii.. Terasa tubuhnya yang dingin dan tercium wangi sabun yang baru dipakainya. Kemudian saya mengalihkan tangannya ke atas, sehingga saya bisa melihat ketiaknya yang mulus tanpa bulu. Saya sendiri masih terengah-engah kecapekan di ranjang.Vivi me-rewind handycam-nya beberapa kali dan mencari-cari rekaman percintaan kita. tapi abis itu langsung di hapus ya?” kataku, sedikit ragu-ragu. Dia mengangkat kepalanya, matanya terlihat berkaca-kaca. Masukin Gus..”
Saya tidak menghiraukannya, melainkan meneruskan jilatan dan gerakan jari tanganku. Dengan buru-buru saya menjawab telepon tersebut, rupanya hari itu Vivi ulang tahun dan dia bermaksud mengundang saya untuk makan malam. Cukup lama kita berciuman, kemudian saya membaringkan Vivi di kasur. Masukin Gus..”
Saya tidak menghiraukannya, melainkan meneruskan jilatan dan gerakan jari tanganku. Masih polos tuh anak, belum tahu kalau sejak tadi aku sudah mengincar cewek tersebut.




















