Masuknya Om kost-kuke kamar menolongku dari pukulan-pukulan mereka karena mereka meninggalkanku di saat Om Bambang (Om Kost-ku) masukke dalam kamar. Bokep Irwan memukul pipiku dengan keras sehingga aku menjadi menangis ketakutan. Setelah Irwan melaksanakan aksi bejadnya, dia langsung memakai kembali bajunya danmeninggalkanku seorang diri dan ketika dia meninggalkanku, aku langsung memakai baju dan celanaku. Aku menutup mataku karena aku masih tidak mengerti apayang terjadi di dalam diriku karena sekarang ini perasaanku bercampur antara benci pada Irwan dan keinginan untuk berbuat lebihdengannya karena aku ingin merasakan kenikmatan itu kembali. Memang jika dibandingkan, kekasihku yang sekarang ini tidak begitu tampan jika dibandingkan dengan Irwan tetapi pengalaman burukku dimasa lalu membuatku benci dengan laki-laki yang berwajah tampan. Untunglah, tak berapa lama setelah kejadian tersebut, Om kost tempatku tinggal masuk ke kamarku karena dia akan menagih uang sewa kamar. Irwan sering menjemputku dari tempat kuliahku dan aku sempat menganggap bahwa dia adalah calon suamiku nantinya karena




















