Sebulan sesudah pemotretan pertama itu, Belinda menghubungiku lagi, memintaku memotretnya untuk portofolio. Bokep Kok jadi begini? Aku senyam-senyum mengerti.“Oke, ayo kita mulai,” kata Belinda.“Di mana nih fotonya?”“Kayaknya kalau di balkon bagus juga,” usul Belinda.Di kamar kosnya ada balkon sempit yang menghadap samping, ke arah rumahku. Tidak ada permintaan pemotretan, bahkan dia pun tidak mampir-mampir lagi ke rumah untuk menemui Hedy. Lama-lama aku merasa iri juga dengan si Agus pacarnya itu. Apa kata anakku itu nanti?“Om ga bisa jawab,” kata Belinda pelan. Eh, tunggu. Papa lagi banyak waktu luang sih. Di cara bicara Belinda, terselip logat yang menunjukkan daerah asalnya. Aku tidak berani memperpanjang, jadi kudiamkan dia dan aku langsung berjalan kembali ke kameraku. Uhh… huhuhu…”Susah juga berusaha menenangkan Belinda sementara celanaku mulai terasa sempit tidak karuan gara-gara tubuh Belinda yang cuma pake lingerie nempel ke tubuhku—“Om…” tanya Belinda, “Sebenarnya aku cantik nggak sih?”Waduh.




















