Lira tersenyum bahagia mendapatkan jawaban Andi. Eh, tapi maksudnya ngumpul karena loe nemenin Lina kan?”“Iya.”“Ya ngga sama sekali. Bokep Ngga tau, pembawaan anak teknik kali ya, berasa pintar sedunia.”Lira nyerocos tapi dari sorot matanya terlihat ia sangat serius.“Dulu gue tuh sering nahan hati soalnya cowo gue itu diomongin terus sama temen-temen gue. Dani. Balasan Lira hanya sebuah erangan manja berikut usapan halus disekujur punggung Andi. Lira menggelinjang menerima perlakuan Andi. Sombong lah, belagu lah. Rangkaian kejadian yang hanya berlangsung sekitar satu detik itu seperti membuat tubuhnya mengalirkan darah demikian cepat.“Eh, Lir, sorry ya kalo terlalu keras. Ia tahu itu sudah lebih dari sekedar pertanda Lira menginginkan sesuatu, lebih dari sekedar sentuhan tanpa sengaja. Namun, sekali lagi ini sebatas karena mereka punya selera musik yang sama. Pelan tapi pasti ia keluar masukkan pen†s itu di mulutnya.




















