Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Xnxx bokep Isteri shalihah itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai.“Gimana nggak nangis! Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Hati ini menjadi luruh. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Ucap isteriku kalem.“Iya. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku.












