Akhirnya dia mengenakan gaun tidur berwarna pink yang sangat tipis, Lalu dia menghampiriku, dan kami berdua duduk berhadapan.“Kamu kenapa, kok pucat”, aku terdiam.“Kamu takut ya?” Aku tetap terdiam.“Aku tau kamu suka aku.” Aku terdiam.“Hey, ngomong dong.” Aku tetap terdiam.Dalam kediamanku selama itu aku menyimpan sesuatu di dadaku yang berdetak sangat kencang dan keras serasa ingin meledak ketika dia menempelkan bibir mungilnya ke bibirku. Kugerakkan bibirku dan kulumat kembali bibirnya. Bokep Selama ini Lisa hanya memanggil nama asliku seperti yang tertera di dalam absen kelasku. Kali ini aku menjadi siswa yang benar-benar aktif, tidak hanya di sekolah tapi di ranjang. Aku bagaikan seorang prajurit yang hanya bergerak berdasarkan komando dari Lisa. Peduli setan dengan matematika yang diajarkannya, aku hanya ingin menikmati wajahnya, memeluk tubuhnya yang tinggi semampai, mengecup bibirnya, dan aku pun berkhayal sangat jauh, tapi semua itu tidak mungkin. Waktu itu aku masih kelas dua, di salah satu SMA Negeri di Bandung.




















