Kemudian merayap menuju lehernya yang halus, dan kini lidahku mulai menjilat-jilati dadanya. Membuat kami memelankan langkah kami, aku dekap tubuh Sava yang semakin lama gigilan tubuhnya semakin kencang. Bokep Lidahku mulai menjilati putingnya bergantian, tanganku gak mau tinggal diam, diremasnya kedua bongkahan indah yang menjulang di dada Sava.Sava mulai menggelinjang pelan, tubuhnya bergerak ke kanan dan kiri, tangannya membelai halus punggung. Sava tersenyum menyambutku datang lalu memberi isyarat dengan tangannya agar aku duduk di sampingnya.“Buat apa sih kamu bikinin aku teh anget ?” aku sedikit ketus.“Biar anget, kan kita abis ke hujanan,” Sava sedikit sewot, memajukan bibirnya yang menggemaskan, “gak pake nyolot juga kali nanyanya… huh.”“Lah gimana gak nyolot coba, aku tuh gak butuh teh ataupun apalah-apalah untuk sekedar menghangatkanku. Dan Sava pun meresponnya dengan menggerak-gerakan pahanya. Aku berjalan menuju Sava, aku berusaha menenangkan diriku meski jantungku berdegup sangat kencang.




















