“Payah sekali dirimu Surya …” Aku yang sepertinya kehabisan tenaga, tak mampu menjawab kalimat Mama Sarah itu.Hanya bisa diam sambil mengatur nafas.“Ga heran kalo putri Mama memilih orang lain guna memuaskan nafsunya…” ujar Mama Sarah pelan.“Kok titit kamu bisa sekecil itu sih Surya…? Xnxx Jadi aku hanya bisa berkata “maaf… maaf dan maaf…” “Mah… sepertinya kamu juga harus menasehati Sarah deh… engga sepatutnya dia berisik seperti itu…” ucap Papa Sarah mengakhiri perbincangan kami. “Maaa…. Perlahan jemari itu berpindah, dari kepala ke batang penisku, lalu mulai mengurutnya perlahan.“Mah… Aaa…. Karena hal itu terlihat dari lingkaran hitam yang muncul pada kedua mata mereka.“Surya, kamu sama sekali tak menghargai keberadaan kami disini….” Ucap Papa Sarah padaku.“Iya nak… Mama merasa seperti di hutan rimba mendengar Sarah berteriak-teriak kesetanan seperti itu…” tambah ibu Sarah lagi.“Walau kalian sudah menikah, bukan berarti kalian bisa melakukan percintaan itu secara brutal seperti semalam…”“Iya pak…maaf…” jawabku sambil mengangguk-angguk pasrah.Aku tak mungkin memberitahukan










