Makin lama makin jelas. Bokep Juniorku tegang seperti mainan anak-anak yang dituip melembung. Tapi ia dingin sekali. Bau tubuh wanita setengah baya yang yang meleleh oleh keringat. Apa katanya nanti? Ke bawah lagi: Turun. Ketika Si Junior melemah ia seperti tahu bagaimana menghidupkannya, memijat tepat di bagian pangkal paha. Aku lupa kelamaan menghitung kancing. Masih ada esok. Masih terasa tangannya di punggung, dada, perut, paha. Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aku turun. Aku hanya main dengan tangan. Bau tubuh wanita setengah baya yang yang meleleh oleh keringat. Ketika menjangkau pantatku ia agak mendekat.Bau tubuhnya tercium. Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka?“Pelan-pelan suaranya kan bisa Dek,” sang supir menggerutu sambil memberikan kembalian.Aku membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat. Baru saja aku memasang ikat pinggang, Hawin menghampiriku sambil berkata, “Telepon aku ya..!”Ia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yang disobek sekenanya.




















