Ia berteriak kesakitan karena ukuran batang kemaluanku yang besar itu dan dengan kalap mencakar dan memukul mukaku. Jelas ia tak berkutik, di sampingnya ada aku yang memeganginya dan menempelkan pisau di pinggangnya.Sepanjang jalan Fang Fang meratap-ratap mohon belas kasihan, ia bilang aku boleh mengambil semua duitnya, perhiasan dan handphone jika ia dibiarkan pergi. Bokep HD Sudah kuselidiki dulu kalau ia tinggal sendirian di rumah besar itu tanpa pembantu dan orangtua. Darah yang mengalir dari puting dan kemaluan Fang Fang semuanya kuhisap dan kujilati sampai kering. Lu jangan macem-macem ya kalo masih pengin hidup! Ia menjerit-jerit dan mencakar tangan dan dadaku. Justru rasa sakit membuatku makin bernafsu, dengan kasar kugoncang dia naik-turun seperti naik kuda-kudaan. Posisi sekarang berubah, aku duduk dengan dia duduk di pangkuanku. Ia menjerit-jerit dan mencakar tangan dan dadaku. Ia akhirnya sadar, menangis sesenggukan dan berusaha meronta walau tangannya terikat. Sebelumnya aku sudah mencabut kabel telepon, mengunci pagar dan lain-lain agar




















