Sebagai majikannya, aku anggap bisa saja namun lama-kelamaan aku merasa jengah juga. Beberapa waktu kemudian, kurebahkan kepalaku di bahunya yang bidang. Bokep Indonesia Suamiku, karena kesibukannya, kini jarang sekali memberiku nafkah batin. Hanya kakinya yang pincang sebelah akibat berkelahi dengan perampok beberapa tahun yang lalu. Tidak heran jika malam hari amat sepi dari kebisingan. Lalu aku beranjak ke kamarku…
“Kemana, Bu?” Tanya pak Oding.“Saya tidur dulu…” Jawabku. Malam lagi… Apa ndak takut, Bu?”
“Oooo….. Suamiku memilih jadi pengusaha dan aku disarankannya menjadi ibu rumah tangga, karena segala kebutuhan hidupku telah tercukupi olehnya. Ia pun masuk kekamarku dan aku berikan sebuah bantal kepadanya. Masyarakatnya pun masih terbelakang. Namun entah kenapa di malam yang dingin dan suasana yang redup itu, tanpa kusadari, aku akhirnya pasrah dalam pelukan Pak Oding yang adalah pembantuku.




















