Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aqu tak terus menangis. Bokep Namun Lidya tampaknya juga tak peduli. Tiba-tiba saja Lidya. Aqu memang tak mengerti dgn kekecewannya. Namun nggak mau dirayakan. Lidya melepaskan pagutannya dan menatapku, Seakan tak percaya kalo aqu sama sekali tak bisa apa-apa.“Kenapa diam saja..?” tanya Lidya merasa kecewa atau menyesal karena telah mencintai laki-laki sepertiku.Namun tak.., Lidya tak menampakkan kekecewaan atau penyesalan Justru dia mengembangkan senyuman yg begitu indah dan manis sekali. Acara ulang tahunnya biasa-biasa saja. Namun aqu tak peduli dgn paha yg indah padat dan putih terbuka cukup lebar itu. Bahkan badanku dgn badan Lidya sudah hampir tak ada jarak lagi. Sementara Tante Amanda pergi membawa Bobby, aqu dan Lidya duduk di bangku taman dekat patung Pangeran Diponegoro yg menunggang kuda dgn gagah. Kedua bola mataqu sampai membeliak lebar. Ayo..”, ajak Lidya setengah memaksa.“Namun apa nanti Mama dan Papa kamu tak marah, Lin?”, tanyaqu masih tetap tak




















