“Sudah dapat banyak?”
“Belum. Xnxx Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Aku mematung di tempatku berdiri. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. “Kamu tidak perlu melakukan itu.”
“Aku tidak ingin kamu sakit.”
“Aku sudah pakai jas hujan.”
“Itu tidak cukup.”
Lalu, sebuah mobil di seberang jalan membukakan pintu. Dia menjual, bukan mengemis. Itu cuma dugaanku. Jika hujan, tidak ada yang lebih indah selain melihat orang-orang berpayung, melompati genangan air hingga terciprat dan sesekali mengenai pakaian mereka, lalu tiba-tiba ada suara tawa di bawah payung-payung itu. Orang-orang di jalan raya memang selalu lucu. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu.




















