aku kan udah janji mau ngebales kamu tadi, tunggu aja sampai saatnya nanti Sa” jawabku sambil tetap menggenjot lalu tangan kiriku menjambak rambutnya hingga kepalanya mendengah keatas.Menurutku bercinta dengannya lebih enak dari pada kak Wilona yang agak pasif, Salsa cukup pintar mengimbangi gerakan-gerakanku, staminanya pun lebih baik sedangkan kak Wilona belum apa-apa sudah takhluk, makhlum Salsa ini orangnya rajin fitness.“Uaahh.. Xnxx hei.. Kubalikkan tubuhnya hingga kami saling berdiri berhadapan.“Saksa, kamu nggak menyesal kan? kamu pikir kita tega ninggalin kamu sendirian” kata Salsa dengan nada marah dan menatap tajam ke arahku.“Udah Sa, lagi nyetir jangan marah-marah, Feri kan tadi kuatir sama kita juga.“Uuh.. Kira-kira jam 9 malam, aku yang sedang membaca tabloid Bola, Kudengar suara ketukan pintu dan ternyata Salsa dan wilona datang dengan memakai baju tidur.“Loh, kalian ngapain berdua kesini malam-malam begini” tanyaku.“Kita cuma mau berterima kasih, tadi kamu hebat” puji Salsa sambil tersenyum.“Boleh kan kita masuk ngobrol-ngobrol sebentar?” tanya Wilona.Aku persilahkan




















