“Iya nih, buru buru.. kamu merasa mendingan?”
Ia mengangguk, memelukku dan mencium bibirku.“Terima kasih John, elo emang hebat..”
“Iya nih, Ann, gue minta maaf jadi telanjur begini..”
“Gak Papa kok, gue juga senang..”Kami mengobrol sebentar namun tangannya masih menyentuh nyentuh batangku. Bokep Luar biasa, aku menikmati ekspresinya ketika mencapai orgasme dan itu jugalah puncak orgasmeku. gue pengen menggendong kamu sayang”. Tapi sungguh, aku tidak merusaknya karena aku mengenalnya dengan cara baik baik dan dia tetap virgin sampai akhirnya menikah.“Stereotip saja, berbanding lurus dengan keramahan dan perhatiannya” katanya lagi dengan senyum yang genit. jilat..”Benar benar nikmat melihatnya tersiksa, namun sebetulnya aku lebih tersiksa lagi karena batangku sudah mengeras bagaikan batu. Telunjukku menyeka air matanya. Aku nyaris tak bisa menahan klimaks, namun aku harus membuatnya orgasme untuk kedua kalinya. Buset dah, putingnya sudah menonjol keras dan tak ada waktu lagi untuk tidak menyedotnya.




















