“Kamu disuruh kerja nggak mau, aku pingin punya anak kamu nggak mau, apa-apa nggak mau, mati aja sana! Dia suka meng-oral-ku, tetapi kalau di-oral nggak mau, alasannya kotor bekas darah menstruasi, keputihan, bau, pokoknya nggak boleh, yah sudah aku nurut aja, toh aku yang diuntungkan. Bokep “Kodrat” jawabnya singkat. Aku mulai mendekati dan merayunya, karena sudah beberapa hari ini aku hanya masturbasi. “Makan tuh cinta,” katanya. “Ma, nambah yah?” kataku. Yah, itulah sebagian kecil kehidupan rumah tangga yang selalu banyak masalah silih berganti, padahal sebelum nikah, aku sudah membaca segala macam buku. Kalau iritasi perihnya minta ampun. Wah kaget juga hampir ngantukku hilang. Posisi tidur istriku belum berubah, masih terlentang dengan kaki terbuka lebar dan mata terpejam (yang jelas bukan tidur kemungkinan kesel, ya). Pemasukan dari usaha ini tidak begitu baik, tetapi tetap bersyukur, karena tempatnya aman. “Mph, eh,” cuman itu yang keluar dari mulut istriku, dengan raut muka seperti orang tidur.




















