Aku pun beranjak dari tempat tidurnya, seraya mencari pakaianku, tapi tak kudapati. Langsung saja dalam waktu 20 menit aku sudah menjadi “cewek”.Pagi itu aku memakai jeans warna putih yang lumayan ketat dan sebuah kaus ketat warna pink serta sebuah wig oval. Bokep Kemudian saya masuk ke kamarnya, dia pun masuk dan mengunci pintu. “Oh iya nama saya Lucy, kamu siapa?”. Dengan agak gugup saya menjawab, “Eh, iya nama saya Ronny”. Lantas dia berkata, “Kamu mau pake juga, yach?”. Kini aku tahu bahwa pil yang kuminum ternyata pil estrogen yang membuatku menjadi tidak cepat ereksi dan lebih feminim. Lalu di berkata, “Tenang aja pakaianku masih ada banyak kok..!”, sambil melirik ke arah lemari pakaiannya. Lalu aku mulai memakai sepatu sandal milik Lucy yang berhak setinggi 6 cm (impian terpendam, dari dulu saya ingin sekali memakainya).




















