Mana ada cerita seperti itu”, jawabku.“Kalau kenyataannya ada, bagaimana?”“Iya.. Dengan lirih dia berucap, “Kamu sudah capek seharian bekerja, Sienny. Xnxx Kutinggalkan semua kenangan duka maupun suka yang selama ini kuperoleh di rumah ini. Hanya desahan yang terdengar dari mulut mereka berdua.“aduh Wan…terus… Akh.. Aku masih mencintaimu, dan aku pasti akan menikahimu, dan aku pasti akan menikahimu. Setelah mandi Wawan membayar uang seperti yang telah dijanjikannya dan kembali pergi ke pasar.“Wan, kamu baru berapa hari kerja disini udah kesiangan, saya tahu kamu kemana, kalo nurut sama bapak mah kamu teh jangan terpengaruh sama perempuan kayak gitu ntar kena penyakit bahaya kan”, Pak Dimas menasehati Wawan. Agar Mas Iky pun mengerti bahwa hingga kini aku masih merindukan kehangatan cintanya. Pantas saja jika Ibu Sandi berkata begitu terhadapku.Namun akhir-akhir ini ada sesuatu yang mengganggu pikiranku, yakni tentang perlakuan anak majikanku Mas Iky terhadapku.




















