Dan kepalaku digosokgosok dengan djari djemari jang: halus dan lembut. ia mengatakan tidak tahu menahu soal uang. Bokep Dengus napas beliau terengah enga h. Kurasa hidupku lebih banjak kenang- kenangan. Apa makna ucap-ucapan mereka aku tidak mengerti. Karangan bunga bertimbun-timbun Dan para pedagang besar semua hadir dalam upacara itu. Ia membawa ketempat-tempat lain. Melihat wadjah Tante selintas sadja aku sudah memutuskan bahwa aku bisa djatuh cinta kepada Tante Nora Apalagi orang-orang bertjerita bahwa Tante punja sifat ramah dan penjajang anak anak.Hari pertama aku bertemu dengan dia, aku dipeluknja. Tuan Hartono berkata:„Urusan kita sudah semakin madju. mengerti.Setiap tahun aku merayakan hari ulang tahun- ku Senantiasa ajatt mengizinkan aku menonton bioskop. Meraba Dalam Kelam. Masih segar dalam ingatanku harum wangi tubuh Tante jang dilepoh dengan minjak wangi ,,Elizabeth Ardent” Sungguhpun aku masih botjah ketjil tetapi kehangatan pertemuan pertama itu sudah mengundang diriku untuk menyayangi Tante Nora.Suara sambut dan sedap didengar ditelinga.




















