Ia tiba di kantor satu menit menjelang pukul 08.00 dan langsung melihat jadwal kerjanya hari itu. Ketika Jack menemukan clitoris Grace, diremas-remasnya dengan lembut lalu dengan mulutnya ia mengisapnya seperti mengisap permen saja.Grace berusaha keras untuk tidak menikmatinya, tapi sepertinya syaraf-syaraf di tubuhnya lebih mendominasi, dia tidak dapat menahan rangsangan yang demikian hebatnya dari titik-titik sensitifnya yang dikerjai mereka.Nafsu birahinya dengan cepat bangkit. Bokep Sperma yang keluar setelah yang tadi memang tidak sebanyak yang pertama, tapi toh kalau semuanya dikumpulkan, jumlahnya akan menjadi signifikan. Grace berusaha meronta dan menendang Wan, tapi ia tetap tak berdaya. Cepet atau lambat lo pasti temuin yang lo suka!” bentak pria itu sambil menampar pipi Grace beberapa kali.Grace merasa kini ia tidak punya pilihan sama sekali. Grace hanya bisa bengong ketakutan. Apa yang ditakutkan Grace sedari tadi tampaknya tak terhindarkan lagi. Lo mustinya bangga ama diri lo, soalnya punya lo masih sempit banget, beda ama pelacur-pelacur murahan!










