Tidak akan ada yang bisa menghalangi hal itu akan terjadi. Tidak ada seorangpun yang bisa mendengarmu di sini…” ujarnya sambil mengarahkan pisau ke leherku. Xnxx Dia menanyakan banyak hal padaku yang kujawab apa adanya. Merekapun setuju. Sangat memalukan.Aku kemudian kembali ke ruangan tadi. Mereka menggosok-gosok tubuhku dengan tangan mereka dengan dalih membersihkan, padahal lebih ke meraba-raba. Kondisiku telanjang bulat seperti biasa. Begitupun dengan kotoran-kotoran di usus besarku. Aku ingin mengistirahat pikiranku.***Sudah seminggu aku disekap di sini. Tentu aja tidak ada! Ah, gila! Pak Jun… Emangnya Mita seenak itu apa? Tapi tak lama kemudian dia lalu disembelih!! Aku selalu terangsang ketika memikirkannya. Tapi pak Jun mengatakan belum pernah ada yang secantik diriku, dan selama ini tidak ada yang rela pasrah dibunuh. Aku tidak bisa menemukan pintu keluar. Aku betul-betul pasrah menunggu mati sekarang ini.Berkali-kali pak Jun kembali memaksaku untuk melihat rekaman-rekaman penjagalan.




















